FILM SEMI shame

Film tidak lepas dari list kalian yang berpacaran, tapi terkadang film yang ada di bioskop sudah di sensor atau pun tidak masuk di pasran. Dan film adalah sebuah media yang tak hanya punya fungsi hiburan semata, tapi juga bisa menginspirasi dan memotivasi kita dalam menjalani hidup. Ada beberapa film semi yang dipandang buruk oleh beberapa orang karena mengandung adegan mesum, namun sejatinya nggak semua film yang memiliki adegan bercinta itu buruk.

Berikut Ini Film-Film Semi Yang Bikin Jantung Wadidaw

The Handmaiden

film semi the handmaiden

CJ Entertainment merilis fakta pada Mei lalu. Mereka mengatakan film yang digarap Park Chan-wook tersebut laku terjual ke distributor film di 175 negara. Film yang memiliki setting 1930-an tersebut memang memiliki cerita yang menarik. Bayangkan, ada dua plot twist dalam sebuah film. Handmaiden bisa dibilang film Korea paling hits pada tahun 2016. Peminatnya tak hanya berasal dari negara-negara yang tenar dengan produksi filmnya, tapi juga ratusan negara di penjuru dunia. Meskipun adegan seksual dalam film ini cukup vulgar dan mampu membuat darah para penontonnya berdesir, tapi tanpa adegan yang berdurasi kurang lebih 5 menit tersebut bisa hancurlah keunikan kisah yang melibatkan tipu daya, kisah cinta, dan rasa ingin bebas dari kurungan masyarakat ini.

9 Songs

film semi 9songs

9 Songs bisa kamu masukan ke dalam daftar movie to watch. Memang sih film ini kontroversi karena bumbu romantika yang vulgar. Sineas asal Inggris, Michael Winterbottom, menulis dan menyutradarai film drama tersebut dengan memasukan unsur adegan-adegan seksual yang eksplisit. 9 Songs menceritakan kosah cinta Lisa, mahasiswi asal Amerika Serikat, dengan Matt, seorang klimatologis asal Inggris. Mereka memiliki ketertarikan yang sama pada musik. Nggak heran kalau mereka sering menghadiri konser-konser musik.

The Dreamers

film semi The Dreamers

seorang mahasiswa asal Amerika Serikat, dikirim ke Perancis karena pertukaran pelajar. Ia tiba di Paris untuk memelajari bahasa Perancis. Di sana, ia bertemu dengan Theo dan Isabelle, saudara kembar yang berideologi liberal. Jiwa mereka bebas dan punya pandangan bebas pula soal seksualitas. Mereka pun memiliki mimpi-mimpi absurd. Pantaslah kalau disebut The Dreamers. Tentang pandangan bebas soal seksualitas, bukan berarti lantas film ini beralih menjadi film esek-esek.

Shame

film semi Shame

Shame digambarkan dengan penyampaian yang natural, emosional dan melankolis. Di sisi lain, kita bisa menyelami kehidupan Brandon (sang tokoh utama) tak cuma kecanduannya terhadap seks, tapi juga mendalami sosok introvert yang kesepian dan tidak mampu menunjukkan emosinya dengan bebas.

Nymphomaniac

film semi Nymphomaniac

ejak remaja, Joe, tokoh wanita dengan keunikan tersebut sudah tidur dengan ratusan orang berbeda. Bagi mereka yang sering underestimate pada jenis film seperti ini, Nymphomaniac bisa dengan mudah disebut film murahan.