Pertama kali Redoine Faid melarikan diri dari penjara adalah lima tahun yang lalu, dia keluar dari penjara menggunakan bahan peledak.

Dia ditangkap, dipenjara dan diberi lebih banyak waktu di balik jeruji. Tetapi pada hari Minggu kemarin, dia berhasil melarikan diri lagi – menggunakan helikopter yang sudah dibajak.

Redoine Faid

Redoine Faid, salah satu penjahat paling terkenal di Perancis, sedang menjalani hukuman 25 tahun penjara karena perannya dalam perampokan di tahun 2010 yang gagal dan mengakibatkan kematian seorang polisi Prancis, Aurélie Fouquet.

Dia juga mendapat tambahan 10 tahun penjara akibat pelariannya di tahun 2013, kata kantor kejaksaan Paris.

Pelarian terakhir Redoine Faid dari penjara terjadi setelah dua atau tiga orang bersenjata berat, membajak sebuah helikopter dan memaksa pilot untuk terbang ke penjara Faid di Seine-et-Marne, dekat Paris, kata Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Setelah menjemput Faid hari Minggu, orang-orang bersenjata ituak memaksa pilot untuk menerbangkan mereka ke wilayah Val d’Oise, barat laut Paris, sebelum melepaskan pilot itu tanpa cedera dan melarikan diri dengan kendaraan yang tidak dikenal, kata Kementerian Dalam Negeri.

Tidak jelas bagaimana Redoine Faid bisa mendapatkan akses ke helikopter yang dibajak.

Namun berita tentang pelarian kedua kalinya ini “menghancurkan” perasaan orang tua dari polisi yang terbunuh, pengacara keluarga itu mengatakan kepada afiliasi CNN, BFM-TV.

Jaksa Laurent-Frank Lienard mengatakan, orang tua Fouquet yakin Faid “terlibat di tingkat tertinggi dalam upaya perampokan yang menyebabkan kematian Aurélie Fouquet.”

Faid dihukum karena mendalangi perampokan 2010 yang gagal. Dua pria lainnya dijatuhi hukuman atas pembunuhannya.

Namun Faid “selalu membantah keterlibatannya dalam kasus ini,” kata mantan pengacara Christian Saint-Palais.

“Dia menganggap dirinya korban ketidakadilan. Dia merasa dipenjara secara salah,” kata Saint-Palais kepada surat kabar Le Parisien. “Dan baginya, pelarian untuk kebebasannya dibenarkan jika ada kesempatan.”

Polisi kini telah memobilisasi dan menjaga perbatasan untuk mencoba menangkap buronan itu, kata kementerian dalam negeri.